Informasi Terkait Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan

Jika dahulu jaminan sosial para pekerja di Indonesia memiliki namaa Askes atau dibawah tanggung jawab PT Jamsostek, namun sekarang jaminan sosial di Indoensia sudah berubah menjadi BPJS ketenagakerjaa. Pemerintah mengharapkan bagi seluruh warga Indoensia wajib menjadi peserta dari BPJS ketenagakejaan ini. Beberapa keuntungan bagi anda yang menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan diantaranya adalah anda tidak mengeluarkan uang saat berobat ke dokter, jika ada operasi maka BPJS ketenagakerjaan akan menanggung semua biaya yang dibutuhkan. Namun, seiring berkembangnya waktu BPJS ketenagakerjaan juga mengalami perubahan dalam hal kebijakan. Saat ini sudah ada kebijakan terbaru di BPJS ketenagakerjaan tentang tata cara mencairkan BPJS ketenagakerjaan terkait dengan saldo JTH atau jaminan hari tua yang sudah bisa diambil 10%, 30% an 100%.

Namun, terkait dengan kebijakan pemerintah mengenai tata cara mencairkan BPJS ketenagakerjaan terkait dnegan saldo JHT atau jaminan hari tua yang bisa diambil 10%, 30% dan 100% ini, anda harus memenuhi beberapa syarat yang sudah ditentukan. Lalu apa saja syarat-syarat yang bisa anda lakukan agar bisa mengklaim saldo JHT 10%, 30% maupun 100% ini? berikut adalah informasi lengkapnya. Kebijakan pemerintah mengenai tata cara pencairan saldo JHT 10% dan 30% ini sudah berlaku sejak 1 September 2015 dimana bagi anda peserta yang ingin mencairkan saldo JHT ini, maka andaharus terdaftar sebagai peserta BPJS ketenagakerjaan yang masih aktif bekerja di sebuah perusahaan dengan minimal syarat usia peserta 10 tahun.

Selain syarat yang sudah disebutkan di atas, anda harus melengkapi beberapa syarat berupa dokumen-dokumen. Adapaun syarat syarat tersebut adalah sebagai berikut.

  1. FC dan asli kartu peserta BPJS ketenagakerjaan
  2. FC dan asli Kartu keluarga
  3. FC dan asli KTP
  4. Surat keterangan aktif bekerja di sebuah perusahaan
  5. Buku rekening tabungan
  6. Dokumen perumahan (bagi anda yang ingin mencairkan saldo JHT 30%)

Bagi anda yang ingin mencairkan saldo JHT 100%, maka persayaratan menurut peraturan terbaru adalah anda harus berhenti terlebih dahulu dari status anda sebagai pekerja aktif di sebuah perushaaan. Maka anda bisa mulai mengikuti tata cara mencairkan BPJS ketenagakerjaan terkait dengan saldo JHT 100% tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *